Sabtu, 09 Januari 2016

Surat perpisahan

Dik,
tak ku sesali perpisahan kita
sebab kerinduanku yang dalam padamu
membangkitkan gairah,
mengobarkan amarah yang membunuh sepi
mengobarkan kebencian akan kehidupan
dan zaman yang edan ini

Memang dik,
perpisahan kita menorehkan luka
bagiku juga bagimu
namun waktu yang pernah kita lalui
selalu menyimpan hikmah
sebab perjumpaan kita tak mungkin sia-sia

Kini,
kesepian menemaniku
menyusuri liku dan terjal kehidupan,
kehidupan yang sempat aku lupakan!
Aku harus turut ambil bagian dik,
menerima pangilan nurani,
menyuarakan kemanusiaan

Dik,
Jangan kau sesali perpisahan kita
dan biarkan ada kerinduanmu kepadaku
walau hanya sedikit
agar tak punah impianku
karena impianku akan kehidupan,
tentang perubahan dan kesejahteraan
sempat hinggap di jiwamu

Sudah ya dik,
aku tak sanggup membebanimu
dengan segenap kegelisahanku
biarkan sepi yang menemaniku
dan gelap yang kembali setia kepadaku
cukup doamu ku tunggu
bersama hempasan badai dan angin muson
yang mungkin menghalangi perjalanku nanti

Tidak ada komentar: