Kala hujan turun
menampakankan wajah peluh dan kusam
dan membunuh keramaian
maka saat itu
ingin kutuliskan sajak ini
dengan tetes air hujan
Sajak ini akan tetap ku tulis
walau lembaran kosong ini sudah teramat lembab
walau tintaku hanya rintik air hujan ini
Hujan semakin deras
tampak semakin jelas wajah itu
kesepian, dan merindu cahaya
segera ku hapuskan rintik hujan itu
ku gantikan dengan tinta dari tetesan air mataku
yang merasakan kesedihan dan kesepian itu
Perlahan hujan berubah gerimis
Ku akhiri sajak ini dengan senyuman
dan lebam di wajah
Kala awan cerah sore ini, selepas hujan
Ku yakinkan kan akan menampakan wajah ceria mu
dan sajak akan ku tuliskan lagi
dengan tinta biru dari hamparan laut
yang membentangkan jarak...
11 Nov, 2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar