Kamis, 28 Januari 2010

Sajak dari seberang

Kala hujan turun
menampakankan wajah peluh dan kusam
dan membunuh keramaian

maka saat itu
ingin kutuliskan sajak ini
dengan tetes air hujan

Sajak ini akan tetap ku tulis
walau lembaran kosong ini sudah teramat lembab
walau tintaku hanya rintik air hujan ini

Hujan semakin deras
tampak semakin jelas wajah itu
kesepian, dan merindu cahaya

segera ku hapuskan rintik hujan itu
ku gantikan dengan tinta dari tetesan air mataku
yang merasakan kesedihan dan kesepian itu

Perlahan hujan berubah gerimis
Ku akhiri sajak ini dengan senyuman
dan lebam di wajah

Kala awan cerah sore ini, selepas hujan
Ku yakinkan kan akan menampakan wajah ceria mu
dan sajak akan ku tuliskan lagi
dengan tinta biru dari hamparan laut
yang membentangkan jarak...

11 Nov, 2009

Tidak ada komentar: