jakarta, 24 september 2009
tak tau bagaimana cara malam berbicara kepada ku
kami seperti melakukan sebuah percakapan yang intim
tentang
kerasnya air
nikmatnya dingin
murahnya vagina
merdunya rayuan waria
lembutnya tanah beralas tikar
oh, betapa terpesonanya aku setiap percakapan ini terjadi,
tak tau bagaimana cara malam berbicara kepada ku,
ia berbincang bagai seorang ibu memberi nasehat kepada anaknya
ia berbincang bagai seorang guru mengajari muridnya
ia berbincang bagai seorang ustadz menceramahi santrinya,
ia berbincang bagai seorang kekasih yang memotivasi,
ia berbincang lewat suara angin, embun dingin dalam kegelapannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar