Kamis, 15 Oktober 2009

Perantau

Mata layu, tubuh lemas
Pada pukul 11 pagi

Matahari meninggi
Memancarkan sinarNya
Lewat lubang pentilasi
Memberi arti, menyirat hati,
Menunggu hari berganti

Petang tiba
Memberi semangat, lewat teduh cuaca
Apa mungkin Ia bangkit
Hanya dengan seteguk air putih

Hrapan tinggi
Impian tinggi
Anggan tinggi 3 tahun yang lalu
Ketika pertama kali
Menginjakan kaki
Di pasir palsu Tanjung Priuk

Tidak ada komentar: