Hai, Kawan!
Lihatlah gugusan bintang yang tersembunyi dibalik mendung itu
indah bukan? Bak melati putih yang lelah bersaksi...
Kenapa kawan?
apa kau tak mampu menerawangnya?
biar ku sibak awan kelabu itu!
Ia indah kawan, hanya ada di langit katulistiwa,
memang tak se-ramai sakura di pelataran matahari
tapi ia saksi di sepanjang nusantara yang dahulu tangguh dan berwibawa...
saksi amukan breh, yang sekarang bernama tsunami
saksi kemarahan krakatau yang menimbulkan ketakutan ibukota
saksi keringat seniman-seniman pembangun keajaiban dunia
saksi pencurian jutaan mas warga papua
saksi Acungan tangan para pahlawan
saksi teriakan merdeka di seantero Nusantara
Sekarang Ia malu tuk bersaksi
bahkan Ia malu tuk tampak pada kita kawan,
coba kita lihat kawan, berapa banyak kesaksian yang ia lewatkan?
tentang pembantaian di bulan september
tentang "dewa" yang menapak nusantara di awal orde baru
tentang sawah yang berevolusi jadi industri
tentang rakusnya manusia modern
tentang matinya kawan-kawan mahasiswa,
tentang idola yang membelot
tentang kerushan di belahan timur indonesia
tentang lepasnya timor leste
tentang globalisai bagi warung kelontong, dan pengusaha kecil
tentang genitnya selebritis negara
yang lupa kalau istana akan punah!!!
sudahkah kau lihat kawan,
gugusan bintang katulistiwa itu,
yang selama ini tertutup awan kelabu atau kabut asap
yang mengepul dari kantong penguasa...
Jakarta, 18 Oktober 2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar